Ni­kahl­ah, ja­ngan ber­zi­na

13 Juli 2011 at 21:30 (Uncategorized) (, )

Per­ni­kah­an atau per­ka­win­an me­nu­rut sya­ri­at Is­lam ada­lah akad yang sa­ngat ku­at atau mit­sa­qan gha­li­dzan un­tuk men­taa­ti pe­rin­tah Al­lah dan me­lak­sa­na­kan­nya me­ru­pa­kan iba­dah de­ngan tu­ju­an un­tuk me­wu­jud­kan ke­hi­dup­an ru­mah tang­ga yang sa­ki­nah, ma­wad­dah dan rah­mah.
Per­ka­win­an di­ang­gap sah apa­bi­la di­la­ku­kan me­nu­rut hu­kum Is­lam se­suai pa­sal 2 ayat 1 Un­dang-un­dang No 1 Ta­hun 1974 ten­tang Per­ka­win­an. Agar ter­ja­min ke­ter­tib­an per­ka­win­an ba­gi ma­sya­ra­kat Is­lam se­tiap per­ka­win­an ha­rus di­ca­tat, yang di­la­ku­kan oleh Pe­ga­wai Pen­ca­tat Ni­kah se­ba­gaim­an yang di­atur da­lam Un­dang-un­dang No 22 Ta­hun 1946 jo Un­dang-un­dang No 32 Ta­hun 1954 dan se­te­rus­nya…. (Kom­pi­la­si Hu­kum Is­lam di In­do­ne­sia, In­struk­si Pre­si­den RI No­mor 1 Ta­hun 1991)

Fe­no­me­na per­ka­win­an yang di­se­bab­kan ka­re­na su­dah ha­mil du­lu­an se­be­lum ni­kah Mer­ri­ed By Ac­ci­dent dan me­ning­kat­nya pu­la per­ni­kah­an di­usia di­ni (pe­rem­pu­an ber­umur ku­rang da­ri 16 ta­hun dan la­ki-la­ki ber­umur ku­rang da­ri 19 ta­hun), sa­lah sa­tu fak­tor­nya ada­lah per­ga­ul­an be­bas an­ta­ra la­ki-la­ki dan pe­rem­pu­an yang tan­pa fil­ter aga­ma yang ku­at dan long­gar­nya per­ha­ti­an da­ri orang tua khu­sus­nya dan ma­sya­ra­kat pa­da umum­nya.

De­mi­ki­an isi khot­bah yang akan di­sam­pai­kan Ke­tua Peng­aji­an Ahad Pa­gi Nga­di­re­jo, Kar­ta­su­ra, Su­ko­har­jo, Agus Mus­ta­mar SHI di Mas­jid Al Amin, Kling­gen, Nga­di­re­jo, Kar­ta­su­ra, Su­ko­har­jo, Ju­mat (8/7).

Atur­an Al­lah da­lam Al­qu­ran dan sab­da Na­bi SAW (ha­dits) yang me­la­rang per­ga­ul­an be­bas yang men­ju­rus ke­pa­da per­bu­at­an zi­na be­ser­ta hu­kum­an ba­gi pe­la­ku­nya, mes­ki ti­dak mung­kin atau sa­ngat ke­cil orang ber­buat zi­na mau meng­akui per­bu­at­an­nya itu. Na­mun da­lam hu­kum Al­lah SWT ti­dak se­di­kit­pun yang ter­ce­cer da­ri pan­tau­an-Nya.

Per­ta­ma, “Is­tri-is­tri­mu ada­lah (se­per­ti) ta­nah tem­pat ka­mu ber­co­cok-ta­nam, ma­ka da­ta­ngi­lah ta­nah tem­pat ber­co­cok-ta­nam­mu itu ba­gai­ma­na sa­ja ka­mu ke­hen­daki. Dan ker­ja­kan­lah (amal yang ba­ik) un­tuk di­ri­mu dan ber­tak­wa­lah ke­pa­da Al­lah dan ke­ta­hui­lah bah­wa ka­mu ke­lak akan me­ne­mui-Nya. Dan ber­ilah ka­bar gem­bi­ra orang-orang yang ber­iman,” (QS Al Ba­qa­rah: 223).

Azab

Ke­dua, “Dan ja­ngan­lah ka­mu men­de­kati zi­na se­sung­guh­nya zi­na itu ada­lah sua­tu per­bu­at­an yang ke­ji dan sua­tu ja­lan yang bu­ruk,” (QS Al Is­raa’ : 17).

Ke­ti­ga, “Pe­rem­pu­an yang ber­zi­na dan la­ki-la­ki yang ber­zi­na, ma­ka der­alah ti­ap-ti­ap se­o­rang da­ri ke­dua­nya se­ra­tus ka­li de­ra dan ja­ngan­lah be­las ka­si­han ke­pa­da ke­dua­nya men­ce­gah ka­mu un­tuk (men­ja­lan­kan) aga­ma Al­lah, ji­ka ka­mu ber­iman ke­pa­da Al­lah, dan ha­ri akhi­rat dan hen­da­klah (pe­lak­sa­na­an) hu­kum­an me­re­ka di­sak­si­kan oleh se­kum­pul­an da­ri orang-orang yang ber­iman. La­ki-la­ki yang ber­zi­na ti­dak me­nga­wi­ni me­la­in­kan pe­rem­pu­an yang ber­zi­na, atau pe­rem­pu­an yang musy­rik dan pe­rem­pu­an yang ber­zi­na ti­dak di­ka­wi­ni me­la­in­kan oleh la­ki-la­ki yang ber­zi­na atau la­ki-la­ki musy­rik dan yang de­mi­ki­an itu di­ha­ram­kan atas orang-orang yang mu’min,” (qs An Nuur: 2-3).

Ke­em­pat, “Dan (ter­ha­dap) pa­ra wa­ni­ta yang me­nger­ja­kan per­bu­at­an ke­ji, hen­da­klah ada em­pat orang sak­si di­an­ta­ra ka­mu (yang me­nyak­si­kan­nya). Ke­mu­di­an apa­bi­la me­re­ka te­lah mem­be­ri per­sak­si­an, ma­ka ku­rung­lah me­re­ka (wa­ni­ta-wa­ni­ta itu) da­lam ru­mah sam­pai me­re­ka me­ne­mui ajal­nya, atau sam­pai Al­lah mem­be­ri ja­lan yang lain ke­pa­da­nya,” (QS An Ni­saa: 15).

Ke­li­ma, Da­ri Abu Hur­ai­rah Ra­dhi­yal­la­hu ’an­hu ber­ka­ta, Ra­su­lul­lah SAW ber­sab­da, “Ti­ga go­long­an pa­da ha­ri kia­mat yang Al­lah SWT ti­dak ber­bi­ca­ra de­ngan me­re­ka, ti­dak me­li­hat me­re­ka dan ti­dak di­ber­sih­kan ser­ta me­re­ka men­da­pat azab yang pe­dih: ”Orang tua yang ber­zi­na, pe­ngua­sa yang pen­dus­ta dan orang mis­kin yang som­bong,” (HR Mus­lim dan An Na­sa’i).

Ke­enam, Da­ri sa­hal bin Sa’ad da­ri Ra­su­lul­lah saw ber­sab­da, “Ba­rang sia­pa yang men­ja­min un­tuk­ku ba­rang yang ada di­an­ta­ra ku­mis dan jeng­got­nya (li­san/mu­lut) ser­ta ba­rang yang ada di an­ta­ra ke­dua ka­ki­nya (far­ji­nya) nis­ca­ya aku akan men­ja­min sur­ga un­tuk­nya,” (HR Bu­kha­ri dan Mus­lim).

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Polisi Gorontalo

6 April 2011 at 16:25 (humor) (, , )

inilah video polisi gorontalo yang bikin heboh…..lucu juga sih,,,he,,he,,he,,,,,daripada korupsi mendingan berkreasi…bagaimana menurut anda,,,???

 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Tiwas mbengok…

28 Januari 2011 at 10:44 (humor) (, )

Sudah menjadi aturan di sebuah SMU swasta di Klaten tempat Jon Koplo sekolah, bahwa selain jam istirahat, hand phone (HP) wajib dimatikan agar tidak mengganggu pelajaran. Namun selalu saja ada siswa yang lupa mematikan HP-nya saat jam pelajaran.

Akibatnya, selain mendapat sanksi dari guru, pemilik HP yang berbunyi tersebut pasti akan diteriaki teman-teman sekelas, ”Huuu… payuuu…!” Teriakan ini bernada ejekan, bahkan pelecehan, karena artinya kalau cewek diduga sedang dikencani cowok, begitu pula sebaliknya.

Nah, awal bulan lalu saat ulangan Matematika, suasana di kelas Jon koplo benar-benar mencekam. Selain pelajarannya sulit, Lady Cempluk, si guru Matematika termasuk guru yang galak.

”Awas, kalau ada yang tolah-toleh atau njaplak, kertas ulangannya akan saya robek!” ancam Bu Cempluk membuat suasana tambah mencekam.

Jon Koplo yang memang dasarnya sudah bego cuma bisa plirak-plirik njagakke kalau-kalau dapat turunan. Ndilalah saat suasana kelas begitu tegang, tiba-tiba ada suara HP berbunyi, ”Tit tulalit tit tut tit…” Secara spontan di luar kesadarannya Jon Koplo langsung mbengok, ”Huuu… payuu…!!!” Namun ternyata teman-teman sekelasnya tidak ada yang merespons. Entah karena masing-masing lagi judheg nggagas soal ulangan atau takut dengan Bu Cempluk.

Tiba-tiba Bu Cempluk buru-buru keluar kelas sambil menenteng HP yang berbunyi tersebut. Baru ketika Bu Cempluk keluar kelas, seisi kelas menertawakan Jon koplo.

”Modar kowe Plo! Yang bunyi tadi HP-nya Bu Cempluk!” tegur Tom Gembus, teman sebangkunya. Jon Koplo cuma bisa thenger-thenger menunggu apa yang akan terjadi pada dirinya setelah Bu Cempluk masuk kelas.

”Plo, kamu harus nggarap soalmu di papan tulis, bukan di kertas ulangan!” perintah Bu Cempluk saat masuk kelas dengan muka sadis. ”Matrih aku, Cah…!” sambat Koplo.

Kiriman R Sunartono, Gagak Sipat RT 03/RW III Ngemplak, Boyolali

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Enam cara mudah mengembangkan otak bayi

17 Januari 2011 at 08:51 (kesehatan) ()

Tahukah Anda bahwa bagi bayi, orangtualah mainan terbaiknya? Interaksi orangtua dengan si kecil akan mengalahkan mainan mahal jenis apapun dalam menunjang perkembangan otaknya. Ada 6 cara mudah mengembangkan otak bayi.

Otak bayi mulai tumbuh dan berkembang sejak usia kandungan ibu menginjak delapan pekan. Susunan saraf pusat atau otak merupakan organ yang pertama kali terbentuk. Pada awalnya, sekitar hari ke-16 usia kehamilan, terbentuk lempeng saraf (neural plate) yang kemudian akan menggulung membentuk tabung saraf (neural tube) pada hari ke-22.

Selanjutnya, sel-sel saraf mulai diproduksi. Menginjak hari ke-35 (sekitar minggu kelima), cikal bakal otak besar di ujung tabung saraf mulai terlihat. Dari sini, lalu terbentuk batang otak, otak kecil, dan bagian-bagian lainnya. Mulai usia kehamilan delapan minggu, otak dan sel-sel saraf tumbuh dengan cepat dan mencapai puncaknya pada trimester ketiga.

Seperti diberitakan detikHealth, Sabtu (15/1) hal terpenting yang bisa orangtua lakukan untuk si kecil adalah menghabiskan banyak waktu bersama. Ini yang bisa dilakukan orangtua:

1. Tertawa
Dengan mengajak si kecil tertawa, orangtua akan belajar mengenali apa yang menurut dia lucu dan disukainya. Anak juga akan belajar apa yang membuat orangtuanya tertawa.

2. Berbicara
Ini adalah cara terbaik untuk mengasah kemampuan verbalnya.

3. Bernyanyi
Si kecil akan senang jika orangtua bernyanyi untuknya. Cara ini juga efektif untuk menambah perbendaharaan katanya.

4. Memeluk
Bayi membutuhkan pelukan untuk merasakan rasa sayang orangtuanya.

5. Membaca
Dengan membaca, orangtua membantu mengasah kemampuan verbalnya.

6. Bermain
Kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa senang dan bahagia bersama antara anak dan orangtuanya.

Fakta atau Mitos?

a. Ketika lahir, otak bayi sudah berkembang sempurna, sama seperti jantung dan perutnya.
Jawabannya Mitos. Sel-sel otak memang terbentuk sebelum ia lahir tetapi sel-sel itu terkoneksi secara bertahap setelah lahir.

b. Perkembangan otak anak tergantung pada gen orangtua.
Jawabannya Mitos. Perkembangan otak anak dipengaruhi oleh pengalaman dan interaksi si kecil dengan lingkungannya. Kondisi lingkungan yang baik memiliki peranan lebih besar dalam memengaruhi masa depan anak ketimbang faktor genetik.

c. DVD bahasa justru dapat mengurangi kosakata anak-anak berusia di bawah tiga tahun.
Jawabannya Fakta. Menurut penulis buku Brain Rules: 12 Principles for Surviving and Thriving at Work, Home and School, Dr. John Medina, kosakata anak akan bertambah jika terus diajak bicara oleh ibunya dari waktu ke waktu. Kata-kata yang orangtua gunakan ketika berbicara dengan si kecil dapat meningkatkan kosakata dan tingkat intelegensinya.

d. Bayi tidak mengerti perkataan orangtuanya jadi tidak perlu mengajaknya berbincang.
Jawabannya Mitos. Justru dengan mengajaknya bicara sejak dini, orangtua membantu si kecil untuk belajar bicara.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Foto Kamuflase Gayus Tambunan

17 Januari 2011 at 08:37 (humor) ()

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.