Nikahlah, jangan berzina
Pernikahan atau perkawinan menurut syariat Islam adalah akad yang sangat kuat atau mitsaqan ghalidzan untuk mentaati perintah Allah dan melaksanakannya merupakan ibadah dengan tujuan untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah.
Perkawinan dianggap sah apabila dilakukan menurut hukum Islam sesuai pasal 2 ayat 1 Undang-undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Agar terjamin ketertiban perkawinan bagi masyarakat Islam setiap perkawinan harus dicatat, yang dilakukan oleh Pegawai Pencatat Nikah sebagaiman yang diatur dalam Undang-undang No 22 Tahun 1946 jo Undang-undang No 32 Tahun 1954 dan seterusnya…. (Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 1991)
Fenomena perkawinan yang disebabkan karena sudah hamil duluan sebelum nikah Merried By Accident dan meningkatnya pula pernikahan diusia dini (perempuan berumur kurang dari 16 tahun dan laki-laki berumur kurang dari 19 tahun), salah satu faktornya adalah pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang tanpa filter agama yang kuat dan longgarnya perhatian dari orang tua khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Demikian isi khotbah yang akan disampaikan Ketua Pengajian Ahad Pagi Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo, Agus Mustamar SHI di Masjid Al Amin, Klinggen, Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo, Jumat (8/7).
Aturan Allah dalam Alquran dan sabda Nabi SAW (hadits) yang melarang pergaulan bebas yang menjurus kepada perbuatan zina beserta hukuman bagi pelakunya, meski tidak mungkin atau sangat kecil orang berbuat zina mau mengakui perbuatannya itu. Namun dalam hukum Allah SWT tidak sedikitpun yang tercecer dari pantauan-Nya.
Pertama, “Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman,” (QS Al Baqarah: 223).
Azab
Kedua, “Dan janganlah kamu mendekati zina sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk,” (QS Al Israa’ : 17).
Ketiga, “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu’min,” (qs An Nuur: 2-3).
Keempat, “Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya,” (QS An Nisaa: 15).
Kelima, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ’anhu berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga golongan pada hari kiamat yang Allah SWT tidak berbicara dengan mereka, tidak melihat mereka dan tidak dibersihkan serta mereka mendapat azab yang pedih: ”Orang tua yang berzina, penguasa yang pendusta dan orang miskin yang sombong,” (HR Muslim dan An Nasa’i).
Keenam, Dari sahal bin Sa’ad dari Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang menjamin untukku barang yang ada diantara kumis dan jenggotnya (lisan/mulut) serta barang yang ada di antara kedua kakinya (farjinya) niscaya aku akan menjamin surga untuknya,” (HR Bukhari dan Muslim).
Polisi Gorontalo
inilah video polisi gorontalo yang bikin heboh…..lucu juga sih,,,he,,he,,he,,,,,daripada korupsi mendingan berkreasi…bagaimana menurut anda,,,???
Tiwas mbengok…
Sudah menjadi aturan di sebuah SMU swasta di Klaten tempat Jon Koplo sekolah, bahwa selain jam istirahat, hand phone (HP) wajib dimatikan agar tidak mengganggu pelajaran. Namun selalu saja ada siswa yang lupa mematikan HP-nya saat jam pelajaran.
Akibatnya, selain mendapat sanksi dari guru, pemilik HP yang berbunyi tersebut pasti akan diteriaki teman-teman sekelas, ”Huuu… payuuu…!” Teriakan ini bernada ejekan, bahkan pelecehan, karena artinya kalau cewek diduga sedang dikencani cowok, begitu pula sebaliknya.
Nah, awal bulan lalu saat ulangan Matematika, suasana di kelas Jon koplo benar-benar mencekam. Selain pelajarannya sulit, Lady Cempluk, si guru Matematika termasuk guru yang galak.
”Awas, kalau ada yang tolah-toleh atau njaplak, kertas ulangannya akan saya robek!” ancam Bu Cempluk membuat suasana tambah mencekam.
Jon Koplo yang memang dasarnya sudah bego cuma bisa plirak-plirik njagakke kalau-kalau dapat turunan. Ndilalah saat suasana kelas begitu tegang, tiba-tiba ada suara HP berbunyi, ”Tit tulalit tit tut tit…” Secara spontan di luar kesadarannya Jon Koplo langsung mbengok, ”Huuu… payuu…!!!” Namun ternyata teman-teman sekelasnya tidak ada yang merespons. Entah karena masing-masing lagi judheg nggagas soal ulangan atau takut dengan Bu Cempluk.
Tiba-tiba Bu Cempluk buru-buru keluar kelas sambil menenteng HP yang berbunyi tersebut. Baru ketika Bu Cempluk keluar kelas, seisi kelas menertawakan Jon koplo.
”Modar kowe Plo! Yang bunyi tadi HP-nya Bu Cempluk!” tegur Tom Gembus, teman sebangkunya. Jon Koplo cuma bisa thenger-thenger menunggu apa yang akan terjadi pada dirinya setelah Bu Cempluk masuk kelas.
”Plo, kamu harus nggarap soalmu di papan tulis, bukan di kertas ulangan!” perintah Bu Cempluk saat masuk kelas dengan muka sadis. ”Matrih aku, Cah…!” sambat Koplo.
Kiriman R Sunartono, Gagak Sipat RT 03/RW III Ngemplak, Boyolali
Enam cara mudah mengembangkan otak bayi
Tahukah Anda bahwa bagi bayi, orangtualah mainan terbaiknya? Interaksi orangtua dengan si kecil akan mengalahkan mainan mahal jenis apapun dalam menunjang perkembangan otaknya. Ada 6 cara mudah mengembangkan otak bayi.
Otak bayi mulai tumbuh dan berkembang sejak usia kandungan ibu menginjak delapan pekan. Susunan saraf pusat atau otak merupakan organ yang pertama kali terbentuk. Pada awalnya, sekitar hari ke-16 usia kehamilan, terbentuk lempeng saraf (neural plate) yang kemudian akan menggulung membentuk tabung saraf (neural tube) pada hari ke-22.
Selanjutnya, sel-sel saraf mulai diproduksi. Menginjak hari ke-35 (sekitar minggu kelima), cikal bakal otak besar di ujung tabung saraf mulai terlihat. Dari sini, lalu terbentuk batang otak, otak kecil, dan bagian-bagian lainnya. Mulai usia kehamilan delapan minggu, otak dan sel-sel saraf tumbuh dengan cepat dan mencapai puncaknya pada trimester ketiga.
Seperti diberitakan detikHealth, Sabtu (15/1) hal terpenting yang bisa orangtua lakukan untuk si kecil adalah menghabiskan banyak waktu bersama. Ini yang bisa dilakukan orangtua:
1. Tertawa
Dengan mengajak si kecil tertawa, orangtua akan belajar mengenali apa yang menurut dia lucu dan disukainya. Anak juga akan belajar apa yang membuat orangtuanya tertawa.
2. Berbicara
Ini adalah cara terbaik untuk mengasah kemampuan verbalnya.
3. Bernyanyi
Si kecil akan senang jika orangtua bernyanyi untuknya. Cara ini juga efektif untuk menambah perbendaharaan katanya.
4. Memeluk
Bayi membutuhkan pelukan untuk merasakan rasa sayang orangtuanya.
5. Membaca
Dengan membaca, orangtua membantu mengasah kemampuan verbalnya.
6. Bermain
Kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa senang dan bahagia bersama antara anak dan orangtuanya.
Fakta atau Mitos?
a. Ketika lahir, otak bayi sudah berkembang sempurna, sama seperti jantung dan perutnya.
Jawabannya Mitos. Sel-sel otak memang terbentuk sebelum ia lahir tetapi sel-sel itu terkoneksi secara bertahap setelah lahir.
b. Perkembangan otak anak tergantung pada gen orangtua.
Jawabannya Mitos. Perkembangan otak anak dipengaruhi oleh pengalaman dan interaksi si kecil dengan lingkungannya. Kondisi lingkungan yang baik memiliki peranan lebih besar dalam memengaruhi masa depan anak ketimbang faktor genetik.
c. DVD bahasa justru dapat mengurangi kosakata anak-anak berusia di bawah tiga tahun.
Jawabannya Fakta. Menurut penulis buku Brain Rules: 12 Principles for Surviving and Thriving at Work, Home and School, Dr. John Medina, kosakata anak akan bertambah jika terus diajak bicara oleh ibunya dari waktu ke waktu. Kata-kata yang orangtua gunakan ketika berbicara dengan si kecil dapat meningkatkan kosakata dan tingkat intelegensinya.
d. Bayi tidak mengerti perkataan orangtuanya jadi tidak perlu mengajaknya berbincang.
Jawabannya Mitos. Justru dengan mengajaknya bicara sejak dini, orangtua membantu si kecil untuk belajar bicara.













